read in the name of your lord who created
masa lalu, sesuatu yang paling jauh, sekuat apapun kita berusaha lari untuk bisa kembali..
tetap tidak akan pernah sampai…
mati, satu hal yang begitu dekat.
sejauh apapun kita berlalri untuk menghindari, pasti akan tetap mendapat mati…
ketika kita berusaha " menghindar" karena masalalu yang ingin di buang.
masa lalau itu akan tetap "ada", seburuk apapun dia pernah tercipta.
jadi kenapa harus menyesal dalam keterpurukan???
padahal yang berlalu sudah tidak bisa di rubah lagi
kenapa harus terus menghindari kenyataan bahwa memang kita telah melakukan satu kesalahan besar???
padahal kita memang hidup dalam realita yang nyata
realita yang di dalamnya memang memuat dosa-dosa kita.
jika masalalu itu terasa begitu buruk, bicarakanlah sisi solusinya…
bukan sekedar inti masalahnya…
bukankah seseorang baru dikatakan gagal setelah dia berusaha dengan keras??.
jadi…
adakah kata-kata gagal atau berhasil bagi orang-orang yang berorientasi pada hasil…
bukan pada proses!??
masa lalu itu, bisa terus di biarkan berlalu, bisa di jadikan satu trauma atau di jadikan sebuah semangat belajar untuk bisa berfikir ke depan tanpa menbuat kesalahan yang berulang.
ayolah kawan…
jangan terus terjebak dalam keterpurukan dan penyesalan.
padahal,….
jika kita telah mati, apa semua sakit dan penyesalan itu akan tetap terasa pahit??
mungkin 4jj1 akan menggantinya dengan yang lebih pahit jika kita menjadikan ujian dari NYA sebagai satu ajang untuk berputus asa,mengingkari nikmat dariNYA…
atau mungkin 4jj1 akan mengganti sakit itu dengan surgaNYA?
jika kita memandang satu ujian sebagai sebuah tanda cintaNYA, sebuah kesempatan untuk bisa memperbaiki diri, sebuah jalan untuk kembali mendekat pada NYA?
JADI, bagaimanapun masalalu dan kematian itu disikapi…
semuanya adalah pilihan kita sendiri…
wallohualam…
