header image
 

hati yang terlalu sakit

teruntuk hati yang terlalu sakit

tulisan ini ada karena ada sebuah hati yang terluka dalam hinnga titik jenuh

jika hidup di ibaratkan sebagai sebuah tali berwarna warni, adasisiterang…
ada sisigelap…
sisi yang pernah membuat kita terluka dalam…
kenapa tidak di potong saja…???
dan sambungkan bagian bagian yang membuat hati kita bahagia???

yah..anggaplah orang-orang dan sesuatu yang telah melukai kitatidak pernah ada…

HAPUS SAJA…..

HAPUS…..

LUPAKAN….

hati dan pikiran ini terlalu berharga untuk dihuni hal-hal menyakitkan.
termasuk mereka yang melukai perasaan….

HAPUS….

LUPAKAN….

LUPAKAN….

seperti yang aku lakukan sekarang.

~ by illmi-ana on March 15, 2007.

7 Responses to “hati yang terlalu sakit”

  1. terkadang nyaman terkadang menyakitkan…
    itulah kehidupan…
    jangan-lah lari dari kenyataan atau masalah…atau malah menghapuskan dari kenyataan…
    sakit memang ketika dihadapi tapi menenangkan tuk kemudian hari…
    dan ingat…
    hidup adalah sebuah pilihan…
    dan setiap pilihan memiliki konsekuensi…
    tersenyumlah teman…

  2. tapi…
    kalau terlalu
    sangat meyakitkan????
    gimana???

  3. Potongan-potongan kehidupan yang gelap tak harus dihadapi dengan sebuah kesedihan….
    karna potongan gelap akan menjadikan kita lebih kuat dan lebih tegar….

    jika itu terlalu menyakitkan…
    maka tersenyumlah….
    dunia ini sudah cukup suram
    tanpa kau iringi dengan kesedihan….

    sO….
    keEp sMiLE…!!

  4. Ga usah denger kata2nya si candra.. Haha.. ;D (Halo, can.. Apa kabar lo?)

  5. Sok tau dia.. (Eh, candra.. Kemana aja?) Heuheu..

  6. -_-”…
    ja…ja…
    sy baik2 aja, asal gdkt ma lo…
    dasar danlap baksos!!!…
    =p…

    klo terlalu menyakitkan…
    mungkin sy cuman bs bilang…
    teriaklah sepuasmu, lepaskan semua unek2 mu…
    dan mungkin kmu akan merasa lega…

    mungkin kamu bs…
    sepeti layaknya rumput atau malah menjadi pohon…

  7. Karena hidup gak sesimple yg kta kira…..
    kta gak bisa begitu aja mmbuang hal-hal pahit dari hidup kita…
    karena kepahitan mengajarkan kita akan adanya “hal2 manis” yang harus kta capai…

    aku pernah bikin lagu:
    “… murung, bagai kau pandangi langit ‘kan terus hitam….
    Seakan sinar mentari tak akan mau menyinari dan mendung takkan kunjung pergi…
    hadapilah, dunia takkan pernah seburuk kau kira….
    Ia simpan indahnya… saat kau temukan dirinya biarkan Ia bahagiakan mu….”
    maka tersenyumlah bidadari… walau terasa pahit…

Leave a Reply